Hubungi kami
+62 81 314 102 632
atau WhatsApp di
+62 81 314 102 632
Hubungi kami
atau WhatsApp
Mulai Berkencan
Mulai Berkencan

Lunch Actually Annual Regional Survey 2022


Lebih dari 2300 Single di Asia Membagikan Pendapat Jujur Mereka tentang Aplikasi Kencan, Preferensi Kencan, dan Bagaimana Perlambatan Ekonomi Mempengaruhi Kehidupan Kencan Mereka. 64% single di Indonesia menghabiskan bujet yang sama besarnya untuk kencan dibandingkan dua tahun lalu (sebelum Covid-19)

Biro jodoh pertama dan terbesar di Asia, Lunch Actually hari ini merilis hasil survei tahunan untuk tahun 2022, dengan partisipan lebih dari 2.300 single di Singapura, Malaysia, Hong Kong, Thailand, Indonesia, dan Taiwan. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang lingkup kencan, perilaku, situasi keuangan, dan prioritas hidup para single tahun ini.

Dari 350 single di Indonesia yang kami survei, kami menemukan hasil survei yang menarik di mana 58% jomblo TIDAK percaya dengan seks sebelum pernikahan, tertinggi di antara 5 negara Asia lainnya. Ini membuktikan bahwa Indonesia, sebagai negara mayoritas Muslim, tetap berpegang teguh akan keyakinan agamanya.

Temuan menarik lainnya juga menunjukkan bahwa 65% single yang disurvei masih percaya bahwa prialah yang harus membayar untuk kencan. Sebagai perbandingan, 24% single setuju untuk split bill.

“Setelah meredanya situasi dari pandemi tahun ini, muncul juga tantangan bagi sebagian besar dari kita, karena kita saat ini menghadapi ketidakpastian dalam masalah ekonomi. Namun ternyata survei kami menunjukkan bahwa bagi sebagian besar single di Indonesia, kenaikan harga tidak begitu berdampak pada kehidupan kencan mereka," kata Violet Lim, CEO dan Co-Founder dari Lunch Actually. "Banyak single di Indonesia yang stabil secara finansial dan siap untuk menemukan cinta sejati dalam hidupnya meskipun ada risiko resesi global pada tahun 2023.”

Dengan ketidakpastian ekonomi saat ini, 49% dari para single mengatakan penting untuk mengetahui situasi keuangan pasangan mereka begitu mereka mulai menjalin hubungan. Namun, bukan berarti para single hanya menginginkan pasangan yang stabil secara finansial. Survei membuktikan bahwa 54% single masih akan mempertimbangkan untuk pergi ke kencan kedua dengan orang yang sama  berdasarkan seberapa baik kencan pertama mereka berjalan, dan 34% mengatakan bahwa karakter pasangan kencan mereka lebih penting daripada status pekerjaan mereka.

Survei tahun ini juga mengungkapkan tentang jangka waktu mengenai keinginan para single untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. 37% single yang disurvei mengindikasikan bahwa mereka akan memutuskan untuk resmi berpacaran setelah 3-4 kencan. 49% single percaya bahwa mereka perlu bertemu atau berkencan dengan 2-4 orang yang berbeda sebelum menemukan pasangan hidup mereka. 50% single akan menikah atau berumah tangga setelah tiga bulan hingga 1 tahun menjalin hubungan, yang ternyata menjadi durasi tercepat untuk seseorang berpacaran di antara lima negara lain sebelum mereka memutuskan untuk menikah.

Terlepas dari keinginan mereka untuk menemukan cinta dan pasangan, para single masih menghadapi banyak tantangan ketika berkencan dan mencari seseorang yang spesial bagi mereka. 58% single yang disurvei belum pernah pergi kencan pertama dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, yang merupakan tertinggi kedua di antara semua negara yang kami survei. Survei juga menunjukkan bahwa 29% single menjadi lebih pesimis saat menggunakan aplikasi kencan karena 54% single telah didekati atau dihubungi oleh penipu (scammer), 61% didekati atau dihubungi seseorang dengan cara yang membuat mereka merasa tidak nyaman, 55% pernah menemui profil palsu, dan 59% pernah di ghosting di aplikasi kencan.

Aplikasi kencan mungkin nyaman untuk digunakan, tetapi bisa membuat frustasi karena para single tidak akan pernah tahu apakah orang yang mereka ajak bicara online adalah benar-benar nyata. Dengan Lunch Actually, layanan biro jodoh yang sepenuhnya offline, klien dapat merasa aman dan terjamin karena tim kami akan bertemu dan menyaring setiap anggota secara langsung dan memverifikasi identitas mereka sebelum resmi mendaftar dan mengirim klien pergi berkencan. Kami juga membantu memilih pasangan yang paling cocok untuk setiap klien, sehingga single tidak membuang banyak waktu dan tenaga untuk menyaring pasangan yang sebenarnya tidak cocok seperti saat menggunakan layanan kencan online lainnya.

“Dengan maraknya aplikasi kencan saat ini, kami yakin kesempatan bagi para single untuk menemukan cinta lebih terbuka. Sebagai biro jodoh profesional, kami selalu memperhatikan keamanan para single, dan dengan hasil survei ini, kami merasa memiliki bertanggung jawab lebih untuk menciptakan platform yang lebih aman bagi para single untuk mendukung perjalanan mereka menemukan cinta di lingkungan yang aman dan kondusif. Para single datang kepada kami karena mereka tahu bahwa konsultan kencan kami telah bertemu langsung dengan calon jodoh mereka, memeriksa identitas mereka, dan melakukan pemeriksaan yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien kami tidak akan dilecehkan atau menjadi korban penipuan,”kata Violet.

Lunch Actually juga secara rutin membagikan tips menemukan penipu atau scammers dan membagikan tips bagaimana supaya bisa sukses mendapatkan pasangan menggunakan aplikasi kencan. Lunch Actually biasanya membagikan tips tersebut melalui webinar, postingan di blog, dan konten Instagram. Lunch Actually juga sering memberikan tips aman berkencan dengan seseorang dari aplikasi kencan.

“Melalui survei tahunan kami dan temuan fakta seputar dunia kencan, kami terus meningkatkan kualitas serta penawaran produk dan layanan kami untuk bisa memenuhi kebutuhan para single untuk menemukan cinta dan pasangan hidup. Berdasarkan survei tahun ini, semakin banyak single yang terbuka untuk perjodohan antar/beda negara. 72% pria dan 85% wanita single menunjukkan bahwa mereka terbuka untuk perjodohan antar/beda. Hal ini sejalan dengan peluncuran cabang terbaru kami di Taipei. Dengan cabang regional kami di Singapura, Kuala Lumpur, Hong Kong, Bangkok, Jakarta, dan sekarang Taipei, kami percaya bahwa hal ini akan memberikan lebih banyak pilihan bagi para single untuk bertemu dan menemukan yang tepat karena kami mengatur lebih banyak perjodohan dan kencan lintas negara,” ungkap Violet.

Tentang Lunch Actually Annual Regional Dating Survey 2022

Survei tahunan Lunch Actually 2022 memiliki responden lebih dari 2.300 single di Singapura, Malaysia, Hong Kong, Indonesia, Thailand, dan Taiwan pada November 2022. Di Indonesia, total 350 single yang di survei, dengan rincian 51% pria dan 49% wanita, dan kelompok usia berikut: 24 tahun dan kurang dari 24 tahun (10%), 25-34 (33%), 35-44 (37%), 45-54 (18%), dan 55 ke atas (2%).​​


Postingan yang disarankan

Annual Dating Survey 2021:98% Single di Indonesia Menginginkan Hubungan Jangka Panjang, Tapi 50% Single Tidak Pergi Kencan Tahun ini
Annual Dating Survey 2021:98% Single di Indonesia Menginginkan Hubungan Jangka Panjang, Tapi 50% Single Tidak Pergi Kencan Tahun ini
Dari 640 single di Indonesia, 98% dari mereka ingin memiliki hubungan yang serius (naik dari 73% tahun lalu), dan 83% ingin menikah. Namun, 24% single mengakui pandemi dan masalah keamanan...

Baca lebih lanjut

Tantangan di Dunia Kencan Sekarang
Tantangan di Dunia Kencan Sekarang
Untuk para lajang yang tinggal di kota-kota seperti Jakarta berkencan itu dapat menjadi mimpi buruk. Menemukan pasangan yang tepat di sebuah kota yang berpenduduk lebih dari satu juta orang dapat...

Baca lebih lanjut

Fakta Menarik Tentang Lunch Actually
Fakta Menarik Tentang Lunch Actually
Jika kamu baru mengenal Lunch Actually, kamu mungkin tidak menyadari bahwa kami tidak hanya menyediakan layanan pencarian jodoh saja tetapi kami juga menyediakan layanan date coaching dan image coaching.  Kami...

Baca lebih lanjut

Buat Profil Lunch Actually dan Mulai Berkencan
100% Profil Asli
100% Rahasia Terjamin
Buat Profil Lunch Actually dan Mulai Berkencan
100% Profil Asli
100% Rahasia Terjamin

    WanitaPria

    Dengan mengisi dan mendaftarkan formulir ini, Anda telah setuju dengan Kebijakan Agensi Lunch Actually.

    Situs ini dilindungi oleh reCAPTCHA dan Kebijakan Privasi Google dan Ketentuan Layanan yang berlaku.